Powered By Blogger

Rabu, 05 Juni 2013

Kehamilan Ektopik


Pengertian Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus. Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%).

Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG. Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan.

Tanda dan gejala kehamilan ektopik :
1. Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler, mual, pembesaran
    payudara, perubahan warna pada vagina & serviks, perlunakan serviks,
    pembesaran uterus, frekuensi buang air kecil meningkat.
2. Nyeri pada abdomen dan pelvis.

Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu :
1. Kolaps dan kelelahan.
2. Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih).
3. Hipotensi.
4. Hipovolemia.
5. Abdomen akut dan nyeri pelvis.
6. Distensi abdomen. Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan
petunjuk adanya darah bebas.
7. Nyeri lepas.
8. Pucat.

Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens. Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut & kronik, kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik, abortus imminens dan kista ovarium terpuntir.

Penanganan awal kehamilan ektopik :
1. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi. Jangan menunggu darah
    sebelum melakukan pembedahan.
2. Jika tidak ada fasilitas, segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan
    penilaian awal.
3. Pada laparatomi, eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii :
    - Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba
       keduanya dikeluarkan). Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar
       kasus.
    - Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan
      dan tuba dipertahankan). Ini dilakukan dengan mempertimbangkan
      konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi.

Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan, darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka :
1. Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen
    tampak tegang akibat terkumpulnya darah, saat itu memungkinkan untuk
    memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset
    donor.
2. Cara lain, bukalah abdomen :
    - Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan
       kasa untuk memisahkan bekuan darah.
    - Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah
       dengan pisau steril.
    - Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali
       melalui set penyaring dengan cara biasa.
    - Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan, tambahkan sodium
      sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah.

Penanganan selanjutnya :
1. Sebelum membolehkan ibu pulang, lakukan konseling dan nasehat mengenai
    prognosis kesuburannya. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik
    selanjutnya, konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi,
    jika diinginkan, merupakan hal yang penting.
2. Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu.
3. Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu.

PAP SMEAR

PAPANIKOLAOU test atau pap smear adalah metode screening ginekologi merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) menggunakan alat yang dinamakan speculum dan dilakukan oleh bidan ataupun ahli kandungan. Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker Leher Rahim. 
Deteksi Dini Kanker Serviks
Pap smear atau Pap Test adalah tes spesifik yang digunakan dan ditujukan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim/kanker serviks.
Mengapa pap smear menjadi salah satu pemeriksaan yang penting untuk perempuan yang telah aktif secara seksual? Pasalnya, aktivitas seksual merupakan salah satu predisposisi kanker serviks.
Pap smear memang hanya merupakan metoda skrining yang fungsinya untuk menapis. Walau begitu, pap smear mampu mendeteksi lebih dari 90 persen kanker leher rahim tahap awal yang masih bisa disembuhkan.
Cara Kerja
Pap smear dianjurkan dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun. Dijelaskan oleh dr Ovy, pap smear dilakukan di atas meja ginekologi oleh seorang dokter atau bidan terlatih. Pemeriksaan dalam ini menggunakan alat yang disebut spekulum yang berfungsi untuk membuka liang vagina.
Sesudah dibuka lalu pemeriksa akan mengambil cairan leher rahim menggunakan suatu alat yang disebut spatula dan suatu sikat kecil yang halus. Cairan dari serviks kemudian dioles pada object glass dan dibawa ke laboratorium untuk proses dan membutuhkan waktu sekira 3–7 hari hingga
Faktor Risiko Tinggi
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko menderita kanker serviks yang dikenal dengan faktor risiko tinggi, yakni perempuan yang telah berhubungan seksual di usia muda (kurang dari usia 21 tahun) atau melahirkan di usia muda, berganti-ganti pasangan seksual, mempunyai banyak anak, perempuan yang merokok atau menjadi perokok pasif.
Jika Anda ingin melakukan pap smear, ada beberapa hal yang sepertinya sepele tapi ternyata perlu dihindari karena akan memengaruhi keakuratan hasil pemeriksaan, antara lain:
1.      Tidak boleh sedang haid atau ada perdarahan. Jika ingin melakukan pap smear sebaiknya tiga hari sesudah haid selesai.
2.      Tidak boleh berhubungan seksual walaupun menggunakan kondom sekalipun, minimal tiga hari terhitung 3x24 jam.
3.      Tidak boleh memakai douch, cairan pembersih vagina, sabun sirih atau antiseptik sejenisnya yang dimasukkan ke dalam vagina (bila sekadar untuk membersihkan daerah bagian luar vagina atau untuk cebok diperbolehkan).
4.      Tidak sedang hamil. Jika hendak pap smear sebaiknya dilakukan dua atau tiga bulan setelah melahirkan. Pada masa ini, umumnya darah nifas atau cairan pada masa nifas sudah tidak ada. Ibu juga lebih siap untuk melakukan pemeriksaan dalam.
Di Mana dan Berapa?
Pap smear bisa dilakukan oleh dokter kandungan dan bidan terlatih, baik di puskesmas sampai rumah sakit besar. Mengenai harga sangat bervariasi, jika dilakukan di puskesmas atau rumah sakit yang mendapatkan subsidi dari pemerintah biaya berkisar Rp50 ribu–Rp75 ribu.
4 Fakta Penting.
1.            Perempuan yang termasuk faktor risiko tinggi tetap hanya dianjurkan melakukan pap smear satu tahun sekali, KECUALI bila didapatkan sebelumnya hasil pemeriksaan yang abnormal, maka dianjurkan untuk melakukan pap smear lebih sering sesuai saran dokter kandungan.
2.            Wanita yang sudah diangkat kandungannya tanpa disertai pengangkatan mulut rahim tetap disarankan melakukan pap smear setahun sekali.
3.            Wanita menopause tetap berisiko menderita kanker serviks, sedangkan mereka yang sudah dioperasi amat tergantung jenis operasi yang dikerjakan, bila masih ada leher rahimnya tetap berisiko untuk kanker serviks dan harus pap smear.
4.            Mereka yang sudah berusia 67 tahun bahkan baru boleh berhenti pap smear bila dua tahun berturut turut sebelumnya hasil pap smear-nya normal. (nsa)

NEONATUS

Neonatus adalah masa kehidupan pertama di luar rahim sampai dengan usia 28 hari, dimana terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan didalam rahim menjadi diluar rahim. Pada masa ini terjadi pematangan organ hampir pada semua system. Neonatus bukanlah miniatur orang dewasa, bahkan bukan pula miniatur anak. Neonatus mengalami masa perubahan dari kehidupan didalam rahim yang serba tergantung pada ibu menjadi kehidupan diluar rahim yang serba mandiri. Masa perubahan yang paling besar terjadi selama jam ke 24-72 pertama. Transisi ini hampir meliputi semua sistem organ tapi yang terpenting bagi anestesi adalah system pernafasan sirkulasi, ginjal dan hepar. Maka dari itu sangatlah diperlukan penataan dan persiapan yang matang untuk melakukan suatu tindakan anestesi terhadap neonatus. Berikut berapa tanda yang perlu anda perhatikan dalam mengenali kegawatan pada bayi baru (neonatus) :
1.   Bayi tidak mau menyusu
Anda harus merasa curiga jika bayi anda tidak mau menyusu. Seperti yang kita ketahui bersama, ASI adalah makanan pokok bagi bayi, jika bayi tidak mau menyusu maka asupan nutrisinya kan berkyrang dan ini akan berefek pada kondisi tubuhnya. Biasanya bayi tidak mau menyusu ketika sudah dalam kondisi lemah, dan mungkin justru dalam kondisi dehidrasi berat.
2.    Kejang
Kejang pada bayi memang terkadang terjadi. Yang perlu anda perhatikan adalah bagaimana kondisi pemicu kejang. Apakah kejang terjadi saat bayi demam. Jika ya kemungkinan kejang dipicu dari demamnya, selalu sediakan obat penurun panas sesuai dengan dosis anjuran dokter. Jika bayi anda kejang namun tidak dalam kondisi demam, maka curigai ada masalah lain. Perhatikan freksuensi dan lamanya kejang, konsultasikan pada dokter.
3.    Lemah
Jika bayi anda terlihat tidak seaktif biasanya, maka waspadalah. Jangan biarkan kondisi ini berlanjut. Kondisi lemah bisa dipicu dari diare, muntah yang berlebihan ataupun infeksi berat.
4.    Sesak Nafas
Frekuensi nafas bayi pada umumnya lebih cepat dari manusia dewasa yaitu sekitar 30-60 kali per menit. Jika bayi bernafas kurang dari 30 kali per menit atau lebih dari 60 kali per menit maka anda wajib waspada. Lihat dinding dadanya, ada tarikan atau tidak.
5.   Merintih
Bayi belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya. Ketika bayi kita merintih terus menerus kendati sudah diberi ASI atau sudah dihapuk-hapuk, maka konsultasikan hal ini pada dokter. Bisa jadi ada ketidaknyamanan lain yang bayi rasakan.
6.   Pusar Kemerahan
Tali pusat yang berwarna kemerahan menunjukkan adanya tanda infeksi. Yang harus anda perhatikan saat merawat tali pusat adalah jaga tali pusat bayi tetap kering dan bersih. Bersihkan dengan air hangat dan biarkan kering. Betadin dan alcohol boleh diberikan tapi tidak untuk dikompreskan. Artinya hanya dioleskan saja saat sudah kering baru anda tutup dengan kassa steril yang bisa anda beli di apotik.
7.   Demam atau Tubuh Merasa Dingin
Suhu normal bayi berkisar antara 36,50C – 37,50C. Jika kurang atau lebih perhatikan kondisi sekitar bayi. Apakah kondisi di sekitar membuat bayi anda kehilangan panas tubuh seperti ruangan yang dingin atau pakaian yang basah.
8. Mata Bernanah Banyak
Nanah yang berlebihan pada mata bayi menunjukkan adanya infeksi yang berasal dari proses persalinan. Bersihkan mata bayi dengan kapas dan air hangat lalu konsultasikan pada dokter atau bidan.
9. Kulit Terlihat Kuning
Kuning pada bayi biasanya terjadi karena bayi kurang ASI. Namun jika kuning pada bayi terjadi pada waktu ≤ 24 jam setelah lahir atau ≥ 14 hari setelah lahir, kuning menjalar hingga telapak tangan dan kaki bahkan tinja bayi berwarna kuning maka anda harus mengkonsultasikan hal tersebut pada dokter.

Makanan Pendamping ASI


MAKANAN PENDAMPING ASI
ASI merupakan makanan bayi utama dan pertama bagi bayi anda. Kandungan yang kaya akan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh bayi, semuanya berada dalam ASI. Sehingga jenis makanan apapun akan sulit menandingi kualitas daripada ASI. Jangka waktu pemberian ASI ekslusive yang baik bagi bayi anda adalah hingga mencapai usia 6 bulan. Artinya sampai usia 6 bulan tersebut bayi tidak memerlukan makanan lain, Karena segala kebutuhan yang diperlukan oleh bayi terdapat dalam ASI. Jadi, ASI adalah makanan bayi terbaik.

MP-ASI harus dikenalkan bertahap, karena mekanisme menelan dan kemampuan mencerna bayi masih lemah. Selain itu, Anda juga perlu berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya reaksi simpang dari makanan, seperti alergi atau intoleransi terhadap makanan. Kenali step-by-step pengenalan makanan yang diberikan sesuai pertumbuhan anak.
  • Mulailah dengan makanan lunak dan cair, yakni bubur atau bubur susu yang encer.
  • Perhatikan mutu bahan makanan. Pilih makanan yang segar, karena makanan yang bermutu baik akan menjamin kualitas gizi yang baik pula.
  • Coba berikan sayuran lebih dahulu sebelum buah-buahan. Karena, bila bayi lebih menyukai rasa manis buah, ada kecenderungan kurang menyukai rasa sayuran yang hambar.
  • Buah-buahan yang manis, seperti papaya, pisang, jeruk, bisa disajikan dalam bentuk jus atau dicampur dengan makanan lain.
  • Kenalkan satu per satu jenis makanan sampai ia mengenalnya dengan baik. Lakukan setiap 3-4 hari untuk satu jenis makanan, setelah itu baru ganti dengan makanan lain. Ini penting, untuk mengetahui apakah ada makanan yang menyebabkan reaksi simpang pada tubuhnya.
  • Seiring bertambahnya usia, kenalkan makanan dengan tekstur yang lebih padat dan tambahkan porsinya sesuai kondisi bayi. Di atas usia 6 bulan, anak bisa diberi nasi tim saring lengkap gizi. Di usia 9-12 bulan, ia dapat diberi makanan yang dicincang yang lebih kasar.
  • Untuk telur, jika ada riwayat alergi dalam keluarga atau bayi menunjukkan reaksi alergi, tunda pemberian sampai ia berusia 1 tahun. Sementara bila alergi susu sapi, tunda hingga usia 2 tahun dan makanan laut serta kacang-kacangan tunda hingga usia 3 tahun.
  • Ada baiknya bayi Anda juga diberi biskuit khusus bayi. Selain kemampuannya mengunyah, biskuit ini juga merangsang pertumbuhan giginya. Bahkan, biskuit ini bisa sebagai pengganti bubur susu dengan dihaluskan dengan cara mencampurnya dengan ASI atau susu formula.
Beberapa menu makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan mengenai makanan pendamping pertama bagi bayi selain ASI, khususnya pada usia 4-6 bulan, jikalau memang ASI tidak bisa dinikmati lagi oleh bayi :
Makanan Yang dianjurkan
  • Bubur tepung beras atau beras merah yang dimasak dengan menggunakan cairan atau kaldu daging atau sayuran, susu formula (ASI) atau air
  • Buah-buahan yang dihaluskan atau menggunakan blender seperti pepaya, pisang, apple, melon dan alpukat.
  • Sayur-sayuran dan kacang-kacangan yang direbus kemudian di haluskan menggunakan blender. Pada saat diblender sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar lebih halus. Sayuran dan kacang tersebut adalah kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning, kacang hijau.
  • Daging piliha yang tidak berlemak, kemudian di blender
  • Ikan yang diblender. Ikan yang digunakan yang tidak berduri seperti fillet salmon, fillet ikan kakap dan gindara.
Makan Yang Tidak Dianjurkan
  • Makanan yang mengandung protein gluten yaitu tepung terigu, barley, biji gandum dan kue yang terbuat dari tepung terigu. Semua jenis makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung, mual dan diare pada bayi. Hal ini disebabkan oleh reaksi gluten intolerance.
  • Hindari pemberian gula, garam, bumbu masak atau penyedap rasa terhadapa makanan bayi
  • Makanan terlalu berlemak
  • Buah-buahan yang terlalu asam seperti jeruk dan sirsak
  • Makanan terlalu pedas atau bumbu terlalu tajam.
  • Buah-buahan yang mengandung gas, durian, cempedak. Sayuran mengandung gas, kol, kembang kol, lobak. Kedua makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung.
  • Kacang tanah, dapat menyebabkan alergi atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi sulit bernafas.
  • kadangkala telur dapat memacu alergi. Berikan secara bertahap dan dengan porsi kecil. Jika bayi alergi segera hentikan
  • Susu sapi dan olahannya yang dapat membuat bayi alergi atau lactose intolerance